h1

Daily Tips : Cara Mudah & Murah Berantas Nyamuk

October 13, 2010

Cara Mudah & Murah Berantas Nyamuk

Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit
mematikan. Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak
sampingan yang serius.

Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba. Cocok untuk segala kondisi pemukiman,
sekolah, rumahsakit, dll. Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di
sekolah dan di rumah masing-masing.

Yang dibutuhkan:

•200 ml air,
•50 gram gula merah,
•1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan)
•botol plastik 1,5 liter

Langkah-langkah Pembuatan :

1.Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas/mulut botol.

 

 

 

2.Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di
separuh bagian potongan bawah botol.

 

 

 

3.Tambahkan ragi. Tidak perlu diaduk. Ini akan menghasilkan karbon-dioksida.

 

 

 

 

4.Pasang/Masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.

 

5.Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa
sudut rumah Anda.

 

 

Dalam dua minggu, Anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati di dalam botol.
Selain membersihkan habitat mereka, tempat berkembang biak nyamuk, kita dapat menggunakan
metode ini sangat berguna di sekolah-sekolah, TK, rumah sakit dan rumah.

 

 

 

(sebarkan kepada anak, teman, dan kerabat anda agar Nyamuk bisa diberantas)

Semoga Bermanfaat.

 

h1

Air Garam untuk Menyembuhkan Pilek

September 29, 2010

Jakarta, Pilek adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya (self limiting disease). Meski dapat sembuh dengan sendirinya, berkumur dengan larutan garam dapat mengatasi gejala-gejala yang menyertainya, seperti batuk dan sakit tenggorokan.

Namun jika tidak ingin terlalu tergantung pada obat-obatan, ada cara untuk meredakan gejala pilek (common cold) seperti batuk, bersin-bersin dan sakit tenggorokan. Bahan yang dibutuhkan sangat sederhana, cukup menggunakan garam dapur saja.

Dikutip dari NY Times, Rabu (29/9/2010), larutan garam dapur bersifat menarik cairan sehingga bisa mengeluarkan kelebihan cairan di daerah tenggorokan yang mengalami radang. Bukan hanya akan mengurangi radang, garam juga akan meredakan rasa sakit yang ditimbulkannya.

Selain itu, larutan garam juga akan mengencerkan lendir maupun dahak yang menyumbat saluran pernapasan. Lendir yang encer akan mudah dikeluarkan, sehingga bisa membawa zat-zat penyebab alergi dan bahkan jamur atau bakteri jika ada infeksi.

Tips tersebut terbukti manjur dalam pengujian acak terhadap 400 penderita pilek di Amerika. Dalam pengamatan selama musim dingin yang berlangsung 60 hari, partisipan yang berkumur dengan larutan garam 3 kali sehari mengalami penurunan gejala infeksi saluran pernapasan atas sebanyak 40 persen.

Penelitian tersebut pernah dipublikasikan dalam terbitan The American Journal of Preventive Medicine pada tahun 2005.

Untuk hasil terbaik, para ahli dari Mayo Clinic menyarankan agar setengah sendok teh dilarutkan dalam secangkir penuh air hangat. Gunakan untuk berkumur selama bebreapa detik sebelum dikeluarkan, lakukan sebanyak 3 kali sehari.

Jika tidak suka dengan rasanya yang terlalu asin, garam bisa diganti dengan lemon atau madu. Khasiatnya sama dan tidak perlu dikeluarkan, bisa langsung ditelan setelah berkumur.

h1

Pepaya Dasyat Lawan Kanker

March 16, 2010

PEPAYA tidak hanya membantu proses pencernaan tetapi juga melwan kanker. Percobaan laboratorim menemukan, ekstrak pepaya kering bisa memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Peneliti dari University of Florida Dr. Nam Dang dan teman-temannya melaporkan bahwa ekstrak pepaya memengaruhi pengaturan sistem kekebalan tubuh dan tidak menyebabkan efek samping berbahaya terhadap sel-sel normal.

“Berdasarkan percobaan klinis, tidak seorang pun pengguna esktrak pepaya mengalami keracunan. Sepanjang efektif, Anda bisa menggunakannya untuk jangka waktu lama,” tutur Dang, seperti dikutip situs healthday.com, edisi Jumat, (12/3).

Dalam studi yang dilaporkan di Journal of Ethnopharmacology edisi terbaru ini, peneliti melaporkan bahwa ekstrak daun pepaya memperlambat pertumbuhan 10 tipe kultur sel kanker, termasuk kanker leher rahim, payudara, paru-paru dan pankreas.

Berikut beberapa manfaat lain dari pepaya:

  • Pepaya mengandung enzim papain yang membantu proses pencernaan.
  • Buah pepaya masak mudah dicerna dan mencegah konstipasi.
  • Studi sebelumnya menemukan bahwa diet murni pepaya selama tiga hari mempunyai efek tonik terhadap lambung dan usus.
  • Jus pepaya membantu meredakan infeksi kolon.
  • Pepaya masak dinyatakan bisa mencegah kanker di organ-oragan.
  • Jus pepaya mencegah mual (termasuk morning sickness dan motion sickness).
  • Potongan buah pepaya hijau yang digosokkan ke atas daging atau direbus dengan daging keras bisa membantu melembutkan daging
h1

Aspirin Tingkatkan Harapan Hidup

February 27, 2010

PEREMPUAN dengan kanker payudara yang menggunakan aspirin paling tidak dua kali seminggu memiliki kemampuan bertahan hidup dua kali lebih besar.

Menurut studi, efek perlindungan paling besar bisa didapatkan jika pasien menggunakan aspirin dua, tiga, empat atau lima kali seminggu. Obat ini terbukti mengurangi risiko kematian hingga 71 persen dan mengurangi risiko penyebaran kanker hingga 60 persen.  Sedang pasien yang hanya menggunakan aspirin sekali seminggu tidak mendapatkan efeknya.

Menggunakan aspirin enam atau tujuh hari seminggu mengurangi risiko kematian hingga 64 persen. Tapi pengurangan risiko penyebaran kanker turun menjadi 43 persen.

Temuan para peneliti dari Amerika Serikat ini menawarkan bukti yang sangat menarik mengingat efek yang begitu besar datang dari obat penghilang rasa sakit yang cukup murah.

Penelitian sebelumnya juga telah mengindikasikan bahwa aspirin bisa melindungi dari kanker usus. Akan tetapi sebelumnya, efeknya terhadap kanker lain termasuk kanker payudara belum begitu jelas.

Dalam studi terbaru ini, peneliti dari Harvard Medical School mengikuti perkembangan kesehatan 238.000 perawat selama 30 tahun.

“Ini merupakan studi pertama yang menemukan bahwa aspirin secara signifkan mengurangi risiko penyebaran kanker dan kematian pada perempuan yang telah dirawat karena kanker payudara stadium awal,” terang pemimpin studi Dr Michelle Holmes, seperti dikutip situs dailymail.com.

Jika temuan ini terbukti melalui percobaan klinis lain, terang dia, penggunaan aspirin akan menjadi cara sederhana, murah dan relatif aman untuk membantu pasien kanker payudara hidup lebih lama dan lebih sehat.

Obat dari kelas yang sama dengan aspirin, termasuk ibuprofen dan naproxen, terang dia, juga menurunkan risiko. Tapi paracetamol tidak menurunkan risiko.

Kemoterapi

Akan tetapi, para pakar juga mengingatkan efek samping serius dari aspirin. Efek tersebut termasuk iritasi lambung yang memicu maag dan bahkan perdarahan fatal. Untuk beberapa orang, efek sampingnya lebih besar dari manfaatnya.

Selain efek samping itu, lanjut peneliti, perempuan yang baru terdiagnosis kanker payudara juga dianjurkan tidak menggunakan aspirin selama 12 bulan pertama. Hal ini karena aspirin bisa menyebabkan efek samping saat mereka menjalani kemoterapi atau radiasi.

Bagaimana aspirin mempengaruhi tumor? Peneliti juga belum menemukan alasan yang jelas. Tetapi menurut mereka, aspirin bekerja mengurangi peradangan.

“Masih diperlukan studi lanjutan untuk menentukan efek aspirin terhadap kanker payudara. Tapi untuk saat ini, perempuan dengan kanker payudara yang menggunakan aspirin bisa lebih tenang dengan mengetahui bahwa mereka melakukan sesuatu untuk mencegah kanker payudara berulang,” tambah Holmes

h1

Seks Aman Selama Kehamilan

February 25, 2010

PARA pakar menyatakan bahwa seks selama kehamilan aman namun para calon ibu enggan melakukannya. Apakah yang sebenarnya dialami perempuan hamil? Berikut hasil studi peneliti Joana Rocha Pauleta, MD, dari Santa Maria University Hospital di Lisbon, Portugis.

Dalam studi yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine ini, peneliti meminta 188 perempuan yang baru melahirkan mengisi kuesioner. Peneliti tidak melibatkan perempuan yang berisiko melakukan seks selama kehamilan, seperti perempuan dengan placenta previa, janin kembar, gangguan serviks, atau mereka yang berisiko melahirkan bayi prematur.

Hasil menunjukkan:

Hampir 25 persen perempuan merasa takut bahwa hubungan seks melalui vagina akan membahayakan bayi mereka. Akan tetapi, hanya tiga dari partisipan tersebut yang menunda melakukan hubungan intim hingga bayi mereka lahir. Dua dari tiga perempuan ini melakukan berbagai bentuk aktivitas seksual lainnya.

Waktu

Delapan puluh persen melaporkan melakukan beberapa bentuk aktivitas seksual selama trimester ketiga. Dan 39 persen melaporkan melakukan hubungan seks pada minggu melahirkan.

Frekuensi

Frekuensi aktivitas seksual pada sebagian besar perempuan tidak berkurang hingga trimester ketiga. Akan tetapi, sekitar 10 persen menyatakan lebih sering melakukan hubungan seks sepanjang trimester ketiga dibandingkan trimester pertama atau kedua.

Jenis hubungan seks

Hampir semua perempuan yang aktif secara seksual selama kehamilan melaporkan melakukan hubungan seks melalui vagina; 38 persen melaporkan melakukan seks oral, 20 persen melaporkan melakukan masturbasi, dan 7 persen melaporkan melakukan seks
anal.

Gairah

Sekitar 39 persen perempuan mengaku gairah seks mereka tetap sama seperti saat belum hamil. Sekitar 33 persen perempuan menyatakan mengalami penurunan gairah selama kehamilan.

Kepuasan

Sekitar 50 persen perempuan menyatakan bahwa seks selama kehamilan sama memuaskannya dengan seks sebelumnya. Sekitar 28 persen menyatakan seks selama kehamilan kurang memuaskan.

Penampilan

Sekitar 41,5 persen perempuan menyatakan merasa kurang menarik atau kurang sensual selama kehamilan. Akan tetapi, 75 persen menyatakan bahwa pasangan mereka tetap menganggap mereka menarik.

Gangguan

Sekitar 75 persen perempuan melaporkan tidak mengalami gangguan seksual, tapi sisanya manyatakan mengalami masalah. Masalah tersebut termasuk penurunan gairah, merasa sakit saat melakukan hubungan intim, tidak bisa mencapai orgasme, dan kesulitan
lubrikasi. Meskipun begitu, hanya 11 persen perempuan yang menyatakan merasa perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai seks selama kehamilan.

Apakah latar budaya mempengaruhi pengalaman seksual? Menurut Pauleta, budaya turut berperan. Studi sebelumnya, terang Pauleta, telah menemukan bahwa banyak perempuan Pakistan dan Nigeria meyakini bahwa seks selama kehamilan akan melebarkan vagina sehingga proses melahirkan lebih mudah.

Di sisi lain, studi tersebut juga menemukan bahwa perempuan Iran meyakini bahwa seks selama kehamilan akan membuat bayi jadi buta atau menghancurkan selaput dara janin perempuan.

Irwin Goldstein, MD, direktur sexual medicine di San Diego’s Alvarado Hospital, menekankan pentingnya meneruskan kedekatan seksual selama kehamilan.

“Melakukan seks melalui vagina tidak akan mengganggu kehamilan,” terang Goldstein, seperti dikutip situs webmd.com.”Akan tetapi, banyak pasangan yang enggan saat memasuki trimester ketiga. Mereka takut menyakiti janin.” Hal ini, terang Goldstein, merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan secara terbuka

h1

Durian Efektif Remajakan Kulit

February 17, 2010

TUMBUHAN dari alam bisa meremajakan kulit. Banyak produk kecantikan menggunakan ekstrak tumbuhan untuk menguatkan efek antipenuaan. Para dokter pun sepakat.

“Tumbuhan merupakan sumber terbaik untuk menemukan komponen baru yang mencegah dan memperbaiki penuaan kulit,” terang Zoe Draelos, MD, seorang dermatolog di High Point, seperti dikutip situs prevention.com.

Tanaman apa saja? Berikut empat  tumbuhan yang terbukti mengencangkan dan melembutkan kulit berdasarkan studi ilmiah.

Durian

Durian tidak hanya enak dikonsumsi. Buah beraroma khas ini juga efektif meremajakan kulit. Daging buahnya, terang dermatolog dari Amerika Howard Murad, MD, mengandung minyak yang bersifat melembabkan kulit, antioksidan, dan gula alami yang berfungsi menguatkan sel-sel membran dan mencegah hilangnya cairan.

Durian terkandung dalam produk: Murad Intensive Wrinkle Reducer for Eyes ($90; murad.com).

Bearberry

Daun semak berbunga yang banyak tumbuh di Amerika Serikat ini mengandung arbutin, turunan dari pemutih kulit hydroquinone (HQ), yang berfungsi mengurangi pembentukan melanin. Sayangnya, HQ bisa mengiritasi kulit. Di sisi lain, terang dermatolog Sonia  Badreshia-Bansal, MD, dari San Fransisco, bearberry lebih ringan tapi efektif saat dikombinasikan dengan komponen pencerah kulit dari tumbuhan lainnya.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Investigative Dermatology menemukan, perempuan dengan melasma (pigmentasi kulit berlebih) berhasil menghilangkan  noda hitam di kulit hingga hampir 70 persen setelah menggunakan larutan (yang juga mengandung ekstrak bearberry) sekali sehari selama tiga bulan. Selain itu, cara ini juga tidak menimbulkan efek samping. Sedang mereka yang menggunakan HQ mengalami  perbaikan sebanyak 77 persen. Tapi, 25 persen dari pengguna melaporkan mengalami reaksi, seperti kulit gatal.

Anda bisa mendapatkan ekstrak tumbuhan ini dari produk seperti: Exuviance Essential Skin Brightening Gel ($21.50; exuviance.com), Derma-doctor Immaculate Correction ($62; derma doctor.com), June Jacobs Redness Diffusing Serum ($56;  junejacobs.com), dan Juice Beauty Soothing Serum ($36; juicebeauty.com).

Acai

Jenis berry kecil ini kaya antipenuaan. Acai mengandung banyak komponen pelembut seperti asam lemak esensial dan fitosterol. Kedua kandungan ini membantu menahan cairan dan menguatkan permukaan kulit. Dengan begitu, terang dermatolog dari New York City Howard Sobel, MD, kulit akan lebih kuat dalam melawan iritasi dari luar.

Selain itu, acai juga kuat melawan radikal bebas. Daging buahnya mengandung anthocyanin, pigmen antioksidan pemberi warna merah dan ungu cerah pada buah ini.”Acai mengurangi kerusakan akibat sinar UV yang biasanya menyebabkan kerutan, bintik cokelat dan pengenduran kulit,” terang Sobel.

Anda bisa menemukan ekstrak buah ini di dalam produk seperti: Pangea Organics Japanese Matcha Tea with Acai & Gogi Berry Facial Mask ($35; pangeaorganics.com), Ikove Organic Acai Chocolate Facial Exfoliate ($20; Whole Foods), DDF Mesojection  Healthy Cell Serum ($80; beauty.com), dan Tarte Double Dose Berry Boost & Gloss in Acai Boost ($21; sephora.com).

Teh merah

Teh yang diseduh dari daun semak asal Afrika Selatan ini kaya antiperadangan seperti quercetin. Komponen ini membantu meredakan gatal pada kulit.”Teh merah ideal untuk mengurangi iritasi terkait gangguan kulit seperti eksem,” terang Petko Detchev, PhD, pakar kimia senior dari Jason Natural Products.

Di samping itu, teh merah juga mencegah kerusakan akibat sinar UV, penyebab garis-garis halus dan bintik-bintik cokelat. Teh ini juga kaya akan antioksidan, termasuk aspalathin yang hanya terkandung di dalam teh merah. Menurut sebuah studi, terang Detchev, antioksidan ini berfungsi mengurangi kerusakan akibat radikal bebas hingga 90 persen. Teh merah juga mengurangi risiko kanker kulit paling tidak 60 persen.

Teh merah ini terkandung dalam produk seperti: Jason Red Elements Red Clay Masque ($13.60; jason-natural.com), Care by Stella McCartney Radiance & Youth Elixir ($64; nordstrom.com), dan Dermalogica Daily Resurfacer ($65; ulta.com)

h1

Duet Seroxat dan Tamoxifen Sebabkan Kematian

February 11, 2010

PEREMPUAN yang menggunakan obat antidepresi Seroxat pada saat yang bersamaan dengan obat yang digunakan untuk menghentikan kambuhnya kanker payudara berisiko lebih besar meninggal akibat kanker tersebut.

Peneliti telah menemukan bahwa Seroxat bisa berinteraksi dengan tamoxifen, yang diresepkan terhadap pasien yang selamat dari kanker payudara (breast cancer survivor) selama lima tahun berkelanjutan.

Temuan ini mempunyai implikasi besar karena banyak dari perempuan ini juga menderita depresi. Sekitar satu dari empat pasien menderita depresi. Akan tetapi, jenis antidepresi lainnya tidak mempunyai efek yang sama.

Ganggu efektifitas tamoxifen

Dalam studi ini, peneliti dari Sunnybrook Health Sciences Centre dan University of Toronto di Canada mempelajari 2.430 perempuan berusia 66 atau lebih. Semua partisipan menjalani pengobatan antara 1993 dan 2005.

Semua partisipan menggunakan tamoxifen dan satu dari lima partisipan menggunakan antidepresi, termasuk Seroxat, yang paling umum diresepkan.

Selama dua tahun ke depan, 374 pasien meninggal akibat kanker payudara. Analisis menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan Seroxat berisiko lebih besar meninggal akibat kanker payudara dan berisiko sedikit lebih besar meninggal akibat penyebab lain, dibandingkan perempuan yang tidak menggunakan obat tersebut.

Peneliti menemukan, jika pasien menggunakan Seroxat selama 25 persen dari total waktu mereka menggunakan tamoxifen, risiko mereka meninggal akibat kanker payudara meningkat sebesar 24 persen.

Saat Seroxat dikonsumsi selama 50 persen dari total waktu penggunakan tamoxifen, risiko kematian meningkat sebebasr 54 persen dan saat dikonsumsi selama 75 persen dari waktu total penggunaan tamoxifen risiko kematian meningkat sebesar 91 persen.

“Kesimpulannya, temuan kami mengindikasikan bahwa pilihan antidepresi sangat mempengaruhi kemampuan bertahan perempuan yang menggunakan tamoxifen untuk kanker payudara,” terang peneliti, seperti dikutip situs dailymail.com.

Akan tetapi, peneliti menekankan bahwa perempuan sebaiknya tidak berhenti menggunakan tamoxifen. Selain itu, peneliti juga menyatakan bahwa studi mereka tidak mengindikasikan bahwa Seroxat menyebabkan atau mempengaruhi kanker payudara.

“Studi ini hanya menunjukkan bahwa Seroxat mengganggu efektifitas tamoxifen.”

“Saat diperlukan resep tamoxifen dan antidepresi, ada baiknya memilih antidepresi yang tidak mempengaruhi metabolisme tamoxifen,” terang salah satu peneliti Dr David Juurlink.

Juru bicara GlaxoSmithKline (GSK), yang memproduksi Seroxat, menyatakan bahwa perusahaan tersebut sudah menyadari hubungan tersebut dan telah memperbarui peringatan di label Seroxat pada 2008.

“Mengikuti publikasi penelitian baru ini, GSK akan meriview tambahan data ini dan akan bekerja sama dengan pembuat kebijakan untuk menentukan langkah selanjutnya.”