Archive for May, 2009

h1

Ternyata Pemanis Buatan Mencegah Diabetes

May 31, 2009

sugar-dalamPernah dengar Penyakit ”Simanis” atau Kencing Manis? Penyakit yang dalam bahasa lainnya disebut Diabetes Melitus (DM), sebenarnya penyakit yang mematikan bila tidak ditangani secara serius. Jumlah penderita kencing manis telah mencapai 8,4 juta orang pada tahun 2000 dan akan menjadi lebih dari 21,3 juta di seluruh dunia pada tahun 2030. Jumlahnya semakin banyak karena adanya perubahan gaya hidup. Hiiy menyeramkan yah ? 

Menurut dokter ahli diabetes, dr Dasnan Ismail, Diabetes adalah sekumpulan gejala yang timbul pada seseorang disebabkan peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan insulin absolut. Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh langsung diolah menjadi gula (glukosa) secara kimiawi di hati. ”Gula sebagian akan dikeluarkan ke pembuluh darah, sebagian lagi akan disimpan di dalam hati,”jelas sang dokter dalam sebuah seminar yang diselenggarakan untuk menyambut Ulang Tahun ke-110 Rumah Sakit PGI Cikini Jakarta beberapa waktu lalu. Juga menurut dokter Slamet Suyono, setidaknya ada tiga gejala diabetes seperti poliuria (banyak kencing), polidipsi (banyak minum/haus), dan polifagia (banyak makan, merasa lapar terus-menerus). 

Salah satu penyebab kecing manis adalah banyaknya mengkonsumsi makanan dengan kalori yang berlebihan. Salah satunya zat makanan yang mengandung banyak kalori seperti gula, penyebab rasa manis. Itu sebabnya, para ahli kesehatan menganjurkan untuk tidak menkonsumsi gula terlalu banyak, melainkan seperlunya. Apalagi bagi mereka yang sudah terjangkit penyakit kencing manis atau diabetes. Yang mendorong timbulnya diabetes adalah tingginya kandungan gula dalam darah. Kata ‘gula’ ini sendiri dapat diartikan sebagai sejumlah kalori yang dapat disetarakan dengan jenis karbohidrat yang lain. 

Tapi, apa rasanya minuman tanpa rasa manis ? Sama halnya kita mengkonsumsi sayuran tanpa garam…huh hambar!. Gak enak banget! Gula dalam minuman itu seperti tak terpisahkan. Karena itu, agar minuman enak di mulut dan berasa manis tanpa menggunakan gula, sekaligus agar badan kita tetap sehat, gula nya bisa diganti dengan pemanis buatan. 

Pemanis buatan menawarkan manisnya gula tanpa kalori. Pemanis buatan jauh lebih manis dibanding gula, sehingga jumlah yang dibutuhkan untuk memaniskan makanan lebih kecil. Oleh karena itu, makanan yang diberi pemanis buatan mempunyai nilai kalori yang lebih rendah dibanding makanan yang mengandung gula. Pemanis buatan tidak mempengaruhi kadar gula darah. Bahan ini dianggap ‘makanan bebas” karena tidak mengandung karbohidrat atau lemak. 
Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia beberapa jenis pemanis buatan yang bisa dijadikan pengganti gula dan dibolehkan untuk dikonsumsi sesuai aturan pakai, adalah : Aspartam, Sakarin, Asesulfam dan Sukralosa. 

Saat ini sudah banyak produk yang mengandung pemanis buatan seperti minuman energi Extra Joss dan beberapa produk lainnya, selama dikonsumsi sesuai aturan pakai yang disyaratkan BPOM RI tentunya aman bagi penderita Kencing Manis juga bisa mengurangi resiko diabetes. 

Selain itu mengurangi konsumsi gula, dan melakukan olah raga secara teratur mencegah tubuh dari bahaya penyakit Kencing Manis atau Diabetes Melitus. Sayangi tubuh kita selagi bisa

h1

Diabetes Pengaruhi Aktivitas Seks Perempuan

May 30, 2009

necklace_kissBerdasarkan hasil penelitian baru-baru ini, lebih dari sepertiga perempuan yang menderita diabetes tipe 1 dilaporkan mengalami disfungsi seksual.

Hal ini sangat kontras dengan yang terjadi pada kaum laki-laki. Komplikasi diabetes yang diderita lelaki tidak menunjukan dampak signifikan pada aktivitas seks mereka.

Disfungsi seksual merupakan suatu gangguan fungsi seksual, di mana fungsi ini dibutuhkan manusia untuk melakukan kontak seksual normal.

Umumnya, disfungsi seksual pada perempuan terjadi karena masalah psikologis, ketika mereka memasuki usia lanjut, pre-menopause, ataupun mengalami depresi.

 

Namun penelitian terbaru di Belgia, menyebutkan bahwa penyakit diabetes tipe 1 ternyata lebih berisiko menyebabkan gangguan fungsi seksual pada kaum perempuan.

Penelitian ini dilaporkan dalam jurnal kesehatan Diabetes Care dengan melibatkan 652 perempuan yang menderita diabetes tipe 1.

Setelah 10 tahun, para penderita diminta mengikuti rangkaian tes seperti pemeriksaan secara fisik, tes laboratorium, dan tes tertulis yang berisi pertanyaan seputar fungsi seksual. Tim peneliti juga melihat dan menilai mood dari masing-masing penderita.

Hasil yang ditemukan Dr Paul Enzlin beserta rekannya dari Leuven University, menunjukan sekitar 35% perempuan mengalami disfungsi seksual. Sekitar 57% perempuan mengalami penurunan libido, Sedangkan 51% tidak bisa mengalami orgasme, 47% mengaku mengalami pengurangan lubrikasi, 38% mengalami gangguan ransangan (arousal), dan 27% perempuan mengaku merasa sakit setiap kali melakukan hubungan intim. [L1]

h1

Pengobatan bebas suntikan untuk pasien diabetes?

May 28, 2009

face_garlicSebuah senyawa yang ditemukan dalam bawang putih merupakan dasar untuk alternatif obat potensial yang dapat diberikan lewat mulut untuk dibates tipe 1 dan 2.

Kejadian diabetes terus meningkat di seluruh dunia, dan semakin diperlukan untuk menemukan perawatan yang efektif. Perawatan yang ada sekarang ini melibatkan suntikan dengan insulin (utamanya untuk penderita diabetes tipe 1), atau perawatan dengan obat (untuk diabetes tipe 2). Akan tetapi, kata Hiromu Sakurai, dari Suzuka University of Medical Science, Jepang, tidak ada dari metode-metode ini yang ideal, karena metode-metode ini sering melibatkan suntikan, dan obat-obat yang digunakan memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Dalam penelitian terdahulu, kelompok Sakurai telah menunjukkan bahwa sebuah kompleks vanadium dan allixin, senyawa yang ditemukan dalam bawang putih, menurunkan kadar glukosa darah untuk model diabetes tipe 1 dan 2 pada hewan mencit dan juga ditemukan bahwa efek ini tetap ada untuk mencit model diabetes tipe 2 yang diberikan senyawa kompleks ini lewat mulut. Dalam studinya yang terbaru, tim ini menemukan bahwa kompleks yang yang diberikan lewat mulut juga menurunkan kadar glukosa pada mencit model diabetes tipe 1, sehingga memberikan harapan untuk pengobatan pasien diabetes tipe 1 tanpa suntikan.

Penelitian baru ini berfokus pada bagaimana kompleks allixin bekerja. Dengan menguji efek kompleks ini terhadap gen yang terkena diabetes, mereka menemukan bahwa kompleks ini mengaktivasi bukan hanya mekanisme pensinyalan insulin, yang meregulasi metabolisme glukosa, tetapi juga sebuah enzim yang membantu sel menyerap glukosa.

John McNeill merupakan seorang profesor besar di divisi farmakologi dan toksikologi University of British Columbia, Vancouver, Canada. Dia mengatakan bahwa walaupun senyawa-senyawa vanadium lain menjanjikan untuk pengobatan diabetes, namun penelitian ini cukup ekstensif dan “memberikan tambahan informasi yang signifikan kepada kita tentang bagaimana senyawa-senyawa vanadium bisa mempengaruhi karbohidrat dan metabolisme lipid.”

Para peneliti tersebut mengatakan bahwa allixin dan kompleks-kompleks yang serupa bisa menjadi kandidat yang baik untuk mengobati diabetes tipe 1 dan 2. Penelitian selanjutnya, kata Sakurai, akan difokuskan pada trial-trial klinis tentang kompleks-kompleks ini pada pasien diabetes manusia.

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

h1

Obat Kolesterol Mengurangi Risiko Amputasi Penderita Diabetes

May 27, 2009

diabetes Obat anti-kolesterol fenofibrate nampaknya mengurangi risiko amputasi bagi penderita diabetes sebesar 36 persen, menurut hasil sebuah penelitian.

Studi ini diterbitkan dalam edisi khusus tentang diabetes oleh The Lancet, yang juga menyertakan penelitian lain tentang bagaimana monitoring dan kontrol gula daerah mengurangi serangan jantung.

Dalam studi pertama, para peneliti di Australia melakukan percobaan selama lima tahun yang melibatkan 9.795 pasien penderita diabetes. 4.895 dari mereka diberikan fenofibrate, yang diproduksi oleh produsen obat Belgia, Solvay, sementara sisanya diberikan placebo.

Pada akhir percobaan, 115 pasien mengalami amputasi tungkai bawah yang lebih sedikit. Risiko amputasi pertama kali 36 persen lebih rendah untuk pasien yang diberikan fenofibrate dibandingkan yang diberikan placebo.

“Perawatan dengan fenofibrate dikaitkan dengan risiko amputasi yang lebih rendah, khususnya amputasi minor (di bawah mata kaki),” tulis tim itu yang dipimpin oleh Anthony Keech dan Kushwin Rajamani dari Pusat Uji Klinis Badan Riset Kesehatan dan Medis Nasional, Universitas Sydney, Australia.

“Temuan ini dapat membawa ke sebuah perubahan dalam pengobatan standar untuk pencegahan amputasi tungkai bawah yang terkait diabetes.”

Amputasi karena diabetes terjadi setiap 30 detik di seluruh dunia dan menyebabkan beban yang besar tidak hanya pada para korban dan keluarganya, tapi juga sistem kesehatan.

Gula darah tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah di bagian bawah kaki dan tangan yang dapat mengakibatkan gangrene. Kerusakan parah mungkin memerlukan amputasi jari kaki atau bahkan seluruh kaki.

Dalam studi bagian kedua, para peneliti melalui lima studi sebelumnya menunjukkan bahwa kontrol glukosa intensif terhadap penderita diabetes membawa pada serangan jantung yang lebih sedikit, namun tidak memiliki efek terhadap stroke atau kematian karena penyebab lainnya.

Sampai saat ini, berbagai penelitian kontrol glukosa gagal menunjukkan manfaat yang konsisten dan beberapa bahkan menyataan kemungkinan berbahaya.

h1

Ahli Terapi: Obat Herbal Lemahkan Racun

May 26, 2009

gymnema_sylvestre_indexAhli pengobatan alami (herbal) Reno Wilopo menyatakan bahwa obat tradisional berfungsi melemahkan racun dalam proses penyembuhan penyakit pada manusia.

“Obat herbal berfungsi mengawasi, termasuk membunuh kandungan racun dalam tubuh manusia,” kata Reno Wilopo di Jakarta, Selasa.

Reno mengatakan obat tradisional mampu membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi) yang tidak terdapat dalam tubuh manusia, dengan tujuan melindungi dari unsur yang merusak organ tubuh.

Jenis tanaman yang memiliki khasiat penyembuhan penyakit, antara lain mahkota dewa, kunyit putih, jahe, lengkuas, bawang putih, daun sirih dan sambiloto.

Reno menuturkan jenis penyakit yang dapat disembuhkan di antaranya, jantung, hepatitis (gangguang hati), kanker, tumor dan penyakit berat lainnya.

Membandingkan obat herbal dengan obat medis yang berdasarkan resep dokter, Reno mengatakan, masing-masing memiliki keunggulan untuk menyembuhkan penyakit.

Perbedaannya yakni satu jenis obat medis secara spesifik menyembuhkan satu penyakit, sedangkan obat herbal mampu menjadi penawar rasa sakit berbagai jenis penyakit.

“Obat herbal secara medis memperbaiki jaringan tubuh yang rusak,” kata Reno seraya mencontohkan ramuan mahkota dewa mampu penyembuhkan penyakit kanker, tumor, dan jantung.

Lebih lanjut, Reno menilai obat medis lebih mengoptimalkan darah sebagai indikator dan menjaga agar darah normal secara klinis (pemeriksaan laboratorium), namun tanpa mempedulikan dampaknya terhadap kerusakan organ tubuh lainnya.

Contohnya penyuntikan cairan insulin untuk penderita diabetes berpotensi menyebabkan rusaknya kelenjar tubuh yang biasanya memproduksi insulin.

Sementara itu, anggota Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia Joko Suryanto mengatakan terapi obat ramuan tradisional bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel organ tubuh yang rusak akibat radang dengan penyembuhannya bersifat permanen.

Reno dan Joko mengharapkan pemerintah segera membuat kebijakan untuk mendorong penelitian ramuan tradisional asal Indonesia agar mendapatkan pengakuan dari dunia. (*)

Sumber: Antara News | Jakarta – 20/05/09 14:55

h1

Kencing Manis Berakhir Manis

May 25, 2009

bungurSebuah bisul di pergelangan tangan menjadi sinyal datangnya penyakit maut. Mula-mula tangan Siti Asiyah gatal, kemudian muncul bisul yang tak kunjung sembuh. Pada saat bersamaan ia cepat lelah. ‘Padahal saya banyak makan dan minum, kok bisa cepat lelah?’ ujarnya. Biang keladi semua gangguan kesehatan itu adalah tingginya kadar gula darah: 650 mg/dl. Kadar gula darah normal puasa, 126 mg/dl dan 2 jam setelah makan, 200 mg/dl.

Siti Asiyah kaget bukan kepalang mengetahui kadar gula darahnya melambung tinggi. Namun, akhirnya ia menyadari: itu buah dari kebiasaannya selama ini. Maklum, dia termasuk orang yang gemar mengkonsumsi makanan manis berkarbohidrat tinggi, ‘Kalau saya rapat atau seminar, camilan yang saya makan manis semua,’ kata perempuan 57 tahun itu. Celakanya, alumnus Universitas Pendidikan Indonesia itu praktis tak pernah berolahraga lantaran kesibukannya.

Gaya hidup Siti Asiyah persis Nasir Heni di Jember, Jawa Timur, yang rutin mengkonsumsi bergelas-gelas teh manis saban hari. Pria 50 tahun itu semula merasa lelah. ‘Seperti tak punya otot,’ katanya. Selain itu ia berkunang-kunang, gatal sekujur tubuh, dan berjalan sempoyongan. Gangguan itu terjadi dalam 3 bulan. Bobot tubuhnya melorot tinggal 50 kg dari sebelumnya 75 kg. Hasil laboratorium menunjukkan kadar gula darahnya 450 mg/dl.
Pola hidup

Menurut Dr dr Aris Wibudi SpPD, dokter spesialis penyakit dalam RS Gatot Soebroto Jakarta, pemicu utama diabetes mellitus adalah pola hidup yang jelek. Maksudnya jarang melakukan aktivitas fisik dan banyak mengkonsumsi makanan manis dan berminyak. Makanan manis meningkatkan kadar gula darah. Makanan berminyak? Gorengan yang sarat lemak memicu meningkatnya bobot tubuh. Dengan bertambahnya bobot, tubuh semakin kurang sensitif terhadap efek insulin, sehingga kadar gula darah meningkat.’

Tentang pola makan, Aris menyarankan, ‘Perhatikan jumlah makanan, jangan berlebihan, hindari makanan berminyak, dan konsum silah sayuran dan buah segar, serta hindari makan apa pun minimal 3 jam sebelum tidur,’ katanya. Anjuran seperti itu bukanlah gaya hidup Siti Asiyah maupun Nasir. Itulah sebabnya akhirnya mereka positif mengidap diabetes mellitus.

Menurut Aris Wibudi banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya mengidap kencing manis. Awalnya diabetes memang tidak menimbulkan keluhan dan rasa sakit. Penderita hanya sering lapar, haus, dan kerap buang air kecil. ‘Dalam semalam, waktu istirahat bisa 3-5 kali buang air kecil. Bila gejala seperti itu muncul, sebaiknya periksa gula darah ke dokter,’ kata Aris.
Terapi herbal

Sejak divonis menderita diabetes mellitus, Asiyah mengkonsumsi obat-obat antidiabetes seperti glibenclamide, amaryl, dan lactibet. Selama ini begitulah pengobatan diabetes, yaitu dengan pemberian obat-obat oral antidiabetik (OAD), atau suntikan insulin. Setahun lamanya, ibu satu anak itu mengkonsumsi obat dokter. Namun, kadar gula darah seperti enggan turun, bertengger pada angka 500-an-mg/dl.

Saran Prof Dr Edi G Amir, guru besar Institut Pertanian Bogor, untuk mengkonsumsi rebusan kulit batang bungur dituruti. Pada September 2005 Asiyah rutin mengasup kapsul ekstrak kulit bungur 3 kali sehari masing-masing 3 tablet sebelum makan. Ia mengkombinasikannya dengan mengkonsumsi kapsul daun sendok dan mimba. Daun sendok obat antidiabetes dan mimba untuk mengurangi gatal-gatal.

Sedangkan Nasir Heni atas saran Eko Jinem Hartuti, herbalis di Jember, Jawa Timur, mengkonsumsi 3 kapsul ekstrak daun bungur setiap hari. Selain itu ia juga mengkonsumsi ekstrak daun sambiloto, daun pegagan, dan umbi bawang putih. Menurut Eko, daun bungur dan bawang putih berperan untuk memperbaiki kinerja pankreas, organ yang memproduksi insulin. Sambiloto untuk mengatasi rasa gatal.

Dua minggu setelah konsumsi bungur Asiyah mulai merasakan nyaman. Perlahan kadar gula darahnya turun menjadi 511 mg/dl. Bahkan 2 bulan setelah mengkon sumsi, kadar gula darahnya turun ke angka 200 mg/dl. Pada saat bersamaan, rasa gatal, haus, dan sering berurin berangsur berkurang. Hingga kini Siti Asiyah masih rutin mengkonsumsi kapsul bungur. ‘Terakhir saya periksa ke dokter 18 Februari 2008, gula darah saya 181 mg/dl,’ ujarnya. Demikian juga Nasir Heni, kadar gula darahnya menjadi 200 mg/dl setelah 2 pekan mengkonsumsi ekstrak daun bungur.
Terbukti

Menurut dr Setiawan Dalimartha, dokter dan herbalis di Jakarta Barat, secara empiris bungur ampuh mengendalikan diabetes. Pengidap diabetes mellitus dapat merebus 8 daun bungur segar dalam 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa segelas. Setelah dingin disaring, lalu minum sekaligus pada pagi hari.

Bungur efektif mengatasi diabetes mellitus? Begitulah riset Putu Pramitasari, dari Fakultas Farmasi Universitas Surabaya. Ia memberikan infus daun bungur berkonsentrasi 10% dan 20% dengan takaran 5 ml/kg bobot tubuh pada kelinci. Hasilnya, kadar gula satwa percobaan itu turun.

Dr Yamazaki, farmakolog Hiroshima University School of Medicine Jepang, mempelajari efek asam korosolik, senyawa aktif pada daun bungur yang berfungsi seperti insulin. Hasil penelitiannya menunjukkan korosolik mengaktivasi proses tranfer glukosa darah ke dalam sel sehingga kadar glukosa darah turun dan tidak terjadi penumpukan glukosa di dalam darah.

Pembuktian khasiat bungur Lagerstroemia speciosa juga dilakukan oleh Dr William V. Judy dari Institut Riset Biomedis, Florida, Amerika Serikat. Ia menguji efektivitas korosolik dalam menurunkan gula darah. Dalam uji itu ia melibatkan 12 penderita diabetes tipe II berusia di atas 46 tahun. Kadar gula darah puasa mereka di atas 150 mg/dl. Mereka dibagi 2 kelompok. Grup pertama diberi kapsul korosolik berdosis 16 mg, 32 mg, dan 48 mg per hari selama 2 pekan. Kelompok kedua diberi korosolik dalam bentuk bubuk kering berdosis 16 mg, 32 mg, dan 48 mg per hari selama 2 pekan.

Setelah 14 hari perlakuan, kadar glukosa darah diukur. Hasilnya kadar gula darah kelompok yang diberi kapsul 16 mg turun 4,9%; dosis 32 mg (10,7%); dan dosis 48 mg (31,9%). Sedangkan kadar

gula darah kelompok yang diberi bubuk berdosis 16 mg turun 3,18%; dosis 32 mg (6,5%); dan dosis 48 mg (20,2%). Riset itu meneguhkan anggota famili Lythraceae itu memang tokcer mengatasi diabetes mellitus seperti dialami Siti Asiyah dan Nasir Heni. (Ari Chaidir/Peliput: Sardi Duryatmo)

Sumber: http://www.trubus-online.co.id/

h1

14 Nopember Hari Diabetes Sedunia

May 22, 2009

Sejak 1991 setiap tahun, IDF atau International Diabetes Federation dan WHO telah menetapkan tanggal 14 Nopember sebagai Hari Diabetes. Pada tahun 2007, hari diabetes ini resmi sebagai hari sedunia dalam agenda PBB.

Opera SydneySejauh ini, sudah lebih dari 100 monumen yang diterangi cahaya biru untuk menyambut hari diabetes sedunia tahun ini, termasuk Pyramid di Giza dan Sphinx di Mesir, Hofburg di Austria, Patung Yesus di Brazil, Menara Tokyo di Jepang, Burj al Arab dan menara Emirat Jumeirah di UAE, Manneken-Pis di Belgia dan menara Brandenburger di Jerman.

Tahun ini di seluruh dunia pada hari tersebut ditandai dengan pencahayaan gedung-gedung dan monument-monumen dengan cahaya biru. Biru adalah warna symbol diabetes global—lingkaran biru. Ini dipilih sebagai warna lingkaran karena ini adalah warna bendera PBB dan warna langit, yang menyatukan kita semua. Lingkaran biru juga telah diadopsi sebagai logo resmi Hari Diabetes Sedunia.

“Ada beberapa akifitas sedunia yang telah direncanakan. Kita berharap agar semuanya tercatat di situs web Word Diabetes Day,” ungkap Phil Riley Direktur Kampanye. “Kami menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung dalam aktifitasi ini dalam komunitas mereka dan menghubungi kami dengan ide-ide mereka.” Beberapa proyek sedang dalam pengerjaan.

Tim dari para professional dari lembah Silicon melalukan balapan mobil VW Beetle 1929 pada November mendatang dalam rangka hari diabetes seduania ini. Tim bernama Desert Dingo Racing ini menyelanggarakan pengumpulan dana untuk program IDF “Life for a Child Program” dan bekerjasaam dengan federasi diabetes Mexico untuk mendistribusikan material pendidikan di Mexico selama balapan berlangsung.

Di Timur Tengah, seorang warga Negara Australia penggemar motor bernama Youcef Cummings, mencetuskan World Diabetes Day motorcycle dalam World Cross Country Rally. Youcef juga mengadakan pengumpulan dana untuk IDF. . Lalu diikuti dengan top-10 finish dalam reli di Tunisia pada bulan Mei, kemudian dilanjutkan dengan balapan di Dubai pada 24 s/d 31 Oktober.

Di Itali, Diabete Italia berpatner dengan juara liga Itali, Intermilan, untuk menampilkan logo World Diabetes Day di lapangan selama pertandingan pada tanggal 10 dan 16 Nopember. Para pemain juga berencana untuk memberikan tanda tangan pada bola dan t-shirt, yang akan dilelang.

“Salah satu proyek yang paling popular dan visible adalah dengan menandai sebuah monument dalam suatu komunitas dan meneranginya dengan cahaya berwarna biru ,” ungkap Phil Riley. “Kami mengharapkan 500 monumen akan diterangi dengan cahaya biru tahun ini dan sedang mempromosikan proyek ini ke seluruh dunia.

Press rilis ini ada lah pemberitahuan yang disampaikan oleh Federasi Diabetes Internasional (International Diabetes Federation), dan disadur dari Diabetes Health.

Informasi Lengkap di:
World Diabetes Day
International Diabetes Federation