h1

Aspirin Tingkatkan Harapan Hidup

February 27, 2010

PEREMPUAN dengan kanker payudara yang menggunakan aspirin paling tidak dua kali seminggu memiliki kemampuan bertahan hidup dua kali lebih besar.

Menurut studi, efek perlindungan paling besar bisa didapatkan jika pasien menggunakan aspirin dua, tiga, empat atau lima kali seminggu. Obat ini terbukti mengurangi risiko kematian hingga 71 persen dan mengurangi risiko penyebaran kanker hingga 60 persen.  Sedang pasien yang hanya menggunakan aspirin sekali seminggu tidak mendapatkan efeknya.

Menggunakan aspirin enam atau tujuh hari seminggu mengurangi risiko kematian hingga 64 persen. Tapi pengurangan risiko penyebaran kanker turun menjadi 43 persen.

Temuan para peneliti dari Amerika Serikat ini menawarkan bukti yang sangat menarik mengingat efek yang begitu besar datang dari obat penghilang rasa sakit yang cukup murah.

Penelitian sebelumnya juga telah mengindikasikan bahwa aspirin bisa melindungi dari kanker usus. Akan tetapi sebelumnya, efeknya terhadap kanker lain termasuk kanker payudara belum begitu jelas.

Dalam studi terbaru ini, peneliti dari Harvard Medical School mengikuti perkembangan kesehatan 238.000 perawat selama 30 tahun.

“Ini merupakan studi pertama yang menemukan bahwa aspirin secara signifkan mengurangi risiko penyebaran kanker dan kematian pada perempuan yang telah dirawat karena kanker payudara stadium awal,” terang pemimpin studi Dr Michelle Holmes, seperti dikutip situs dailymail.com.

Jika temuan ini terbukti melalui percobaan klinis lain, terang dia, penggunaan aspirin akan menjadi cara sederhana, murah dan relatif aman untuk membantu pasien kanker payudara hidup lebih lama dan lebih sehat.

Obat dari kelas yang sama dengan aspirin, termasuk ibuprofen dan naproxen, terang dia, juga menurunkan risiko. Tapi paracetamol tidak menurunkan risiko.

Kemoterapi

Akan tetapi, para pakar juga mengingatkan efek samping serius dari aspirin. Efek tersebut termasuk iritasi lambung yang memicu maag dan bahkan perdarahan fatal. Untuk beberapa orang, efek sampingnya lebih besar dari manfaatnya.

Selain efek samping itu, lanjut peneliti, perempuan yang baru terdiagnosis kanker payudara juga dianjurkan tidak menggunakan aspirin selama 12 bulan pertama. Hal ini karena aspirin bisa menyebabkan efek samping saat mereka menjalani kemoterapi atau radiasi.

Bagaimana aspirin mempengaruhi tumor? Peneliti juga belum menemukan alasan yang jelas. Tetapi menurut mereka, aspirin bekerja mengurangi peradangan.

“Masih diperlukan studi lanjutan untuk menentukan efek aspirin terhadap kanker payudara. Tapi untuk saat ini, perempuan dengan kanker payudara yang menggunakan aspirin bisa lebih tenang dengan mengetahui bahwa mereka melakukan sesuatu untuk mencegah kanker payudara berulang,” tambah Holmes

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: