Archive for the ‘Info Kesehatan’ Category

h1

Daily Tips : Cara Mudah & Murah Berantas Nyamuk

October 13, 2010

Cara Mudah & Murah Berantas Nyamuk

Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit
mematikan. Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak
sampingan yang serius.

Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba. Cocok untuk segala kondisi pemukiman,
sekolah, rumahsakit, dll. Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di
sekolah dan di rumah masing-masing.

Yang dibutuhkan:

•200 ml air,
•50 gram gula merah,
•1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan)
•botol plastik 1,5 liter

Langkah-langkah Pembuatan :

1.Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas/mulut botol.

 

 

 

2.Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di
separuh bagian potongan bawah botol.

 

 

 

3.Tambahkan ragi. Tidak perlu diaduk. Ini akan menghasilkan karbon-dioksida.

 

 

 

 

4.Pasang/Masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.

 

5.Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa
sudut rumah Anda.

 

 

Dalam dua minggu, Anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati di dalam botol.
Selain membersihkan habitat mereka, tempat berkembang biak nyamuk, kita dapat menggunakan
metode ini sangat berguna di sekolah-sekolah, TK, rumah sakit dan rumah.

 

 

 

(sebarkan kepada anak, teman, dan kerabat anda agar Nyamuk bisa diberantas)

Semoga Bermanfaat.

 

h1

Aspirin Tingkatkan Harapan Hidup

February 27, 2010

PEREMPUAN dengan kanker payudara yang menggunakan aspirin paling tidak dua kali seminggu memiliki kemampuan bertahan hidup dua kali lebih besar.

Menurut studi, efek perlindungan paling besar bisa didapatkan jika pasien menggunakan aspirin dua, tiga, empat atau lima kali seminggu. Obat ini terbukti mengurangi risiko kematian hingga 71 persen dan mengurangi risiko penyebaran kanker hingga 60 persen.  Sedang pasien yang hanya menggunakan aspirin sekali seminggu tidak mendapatkan efeknya.

Menggunakan aspirin enam atau tujuh hari seminggu mengurangi risiko kematian hingga 64 persen. Tapi pengurangan risiko penyebaran kanker turun menjadi 43 persen.

Temuan para peneliti dari Amerika Serikat ini menawarkan bukti yang sangat menarik mengingat efek yang begitu besar datang dari obat penghilang rasa sakit yang cukup murah.

Penelitian sebelumnya juga telah mengindikasikan bahwa aspirin bisa melindungi dari kanker usus. Akan tetapi sebelumnya, efeknya terhadap kanker lain termasuk kanker payudara belum begitu jelas.

Dalam studi terbaru ini, peneliti dari Harvard Medical School mengikuti perkembangan kesehatan 238.000 perawat selama 30 tahun.

“Ini merupakan studi pertama yang menemukan bahwa aspirin secara signifkan mengurangi risiko penyebaran kanker dan kematian pada perempuan yang telah dirawat karena kanker payudara stadium awal,” terang pemimpin studi Dr Michelle Holmes, seperti dikutip situs dailymail.com.

Jika temuan ini terbukti melalui percobaan klinis lain, terang dia, penggunaan aspirin akan menjadi cara sederhana, murah dan relatif aman untuk membantu pasien kanker payudara hidup lebih lama dan lebih sehat.

Obat dari kelas yang sama dengan aspirin, termasuk ibuprofen dan naproxen, terang dia, juga menurunkan risiko. Tapi paracetamol tidak menurunkan risiko.

Kemoterapi

Akan tetapi, para pakar juga mengingatkan efek samping serius dari aspirin. Efek tersebut termasuk iritasi lambung yang memicu maag dan bahkan perdarahan fatal. Untuk beberapa orang, efek sampingnya lebih besar dari manfaatnya.

Selain efek samping itu, lanjut peneliti, perempuan yang baru terdiagnosis kanker payudara juga dianjurkan tidak menggunakan aspirin selama 12 bulan pertama. Hal ini karena aspirin bisa menyebabkan efek samping saat mereka menjalani kemoterapi atau radiasi.

Bagaimana aspirin mempengaruhi tumor? Peneliti juga belum menemukan alasan yang jelas. Tetapi menurut mereka, aspirin bekerja mengurangi peradangan.

“Masih diperlukan studi lanjutan untuk menentukan efek aspirin terhadap kanker payudara. Tapi untuk saat ini, perempuan dengan kanker payudara yang menggunakan aspirin bisa lebih tenang dengan mengetahui bahwa mereka melakukan sesuatu untuk mencegah kanker payudara berulang,” tambah Holmes

h1

Duet Seroxat dan Tamoxifen Sebabkan Kematian

February 11, 2010

PEREMPUAN yang menggunakan obat antidepresi Seroxat pada saat yang bersamaan dengan obat yang digunakan untuk menghentikan kambuhnya kanker payudara berisiko lebih besar meninggal akibat kanker tersebut.

Peneliti telah menemukan bahwa Seroxat bisa berinteraksi dengan tamoxifen, yang diresepkan terhadap pasien yang selamat dari kanker payudara (breast cancer survivor) selama lima tahun berkelanjutan.

Temuan ini mempunyai implikasi besar karena banyak dari perempuan ini juga menderita depresi. Sekitar satu dari empat pasien menderita depresi. Akan tetapi, jenis antidepresi lainnya tidak mempunyai efek yang sama.

Ganggu efektifitas tamoxifen

Dalam studi ini, peneliti dari Sunnybrook Health Sciences Centre dan University of Toronto di Canada mempelajari 2.430 perempuan berusia 66 atau lebih. Semua partisipan menjalani pengobatan antara 1993 dan 2005.

Semua partisipan menggunakan tamoxifen dan satu dari lima partisipan menggunakan antidepresi, termasuk Seroxat, yang paling umum diresepkan.

Selama dua tahun ke depan, 374 pasien meninggal akibat kanker payudara. Analisis menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan Seroxat berisiko lebih besar meninggal akibat kanker payudara dan berisiko sedikit lebih besar meninggal akibat penyebab lain, dibandingkan perempuan yang tidak menggunakan obat tersebut.

Peneliti menemukan, jika pasien menggunakan Seroxat selama 25 persen dari total waktu mereka menggunakan tamoxifen, risiko mereka meninggal akibat kanker payudara meningkat sebesar 24 persen.

Saat Seroxat dikonsumsi selama 50 persen dari total waktu penggunakan tamoxifen, risiko kematian meningkat sebebasr 54 persen dan saat dikonsumsi selama 75 persen dari waktu total penggunaan tamoxifen risiko kematian meningkat sebesar 91 persen.

“Kesimpulannya, temuan kami mengindikasikan bahwa pilihan antidepresi sangat mempengaruhi kemampuan bertahan perempuan yang menggunakan tamoxifen untuk kanker payudara,” terang peneliti, seperti dikutip situs dailymail.com.

Akan tetapi, peneliti menekankan bahwa perempuan sebaiknya tidak berhenti menggunakan tamoxifen. Selain itu, peneliti juga menyatakan bahwa studi mereka tidak mengindikasikan bahwa Seroxat menyebabkan atau mempengaruhi kanker payudara.

“Studi ini hanya menunjukkan bahwa Seroxat mengganggu efektifitas tamoxifen.”

“Saat diperlukan resep tamoxifen dan antidepresi, ada baiknya memilih antidepresi yang tidak mempengaruhi metabolisme tamoxifen,” terang salah satu peneliti Dr David Juurlink.

Juru bicara GlaxoSmithKline (GSK), yang memproduksi Seroxat, menyatakan bahwa perusahaan tersebut sudah menyadari hubungan tersebut dan telah memperbarui peringatan di label Seroxat pada 2008.

“Mengikuti publikasi penelitian baru ini, GSK akan meriview tambahan data ini dan akan bekerja sama dengan pembuat kebijakan untuk menentukan langkah selanjutnya.”

h1

Perempuan Tidak Bermasalah dengan Mikropenis

February 2, 2010

BERNIAT membesarkan penis? Produk dan prosedur pembesaran penis mudah ditemukan. Majalah laki-laki, iklan televisi dan situs-situs internet penuh dengan iklan yang menawarkan pompa, pil, olahraga bahkan operasi yang diklaim bisa menambah panjang dan diameter penis Anda. Tapi, ada baiknya lebih berhati-hati. Sebab, teknik-teknik yang Anda lihat di iklan bisa merusak penis bahkan menyebabkan disfungsi ereksi.

Alasan lain belum ada penelitian ilmiah yang mendukung penggunaan metode non-operasi untuk membesarkan penis. Selain itu, belum ada pakar medis yang mendorong operasi penis hanya dengan alasan kosmetik. Sebelum Anda memutuskan apa yang akan Anda lakukan, sebaiknya perlu mengetahui apakah alat vital Anda termasuk dalam ukuran normal atau tidak.

Ukuran normal

Ketakutan bahwa penis Anda terlihat terlalu kecil atau memang sangat kecil sehingga tidak bisa memuaskan pasangan merupakan ketakutan yang wajar. Tapi, sejumlah studi menunjukkan bahwa sebagian besar laki-laki yang mengira penis mereka terlalu kecil sebenarnya memiliki ukuran penis normal.

Anda kemungkinan kecil memiliki penis di luar ukuran normal. Dan meskipun ukuran penis Anda lebih kecil dari normal, Anda tetap bisa memuaskan pasangan dan memiliki anak.

Rata-rata penis berukuran antara tiga dan empat inci (7,6 hingga 10,2 cm) saat tidak ereksi dan antara lima dan tujuh (12,7 hingga 17,8 cm) saat ereksi.

Penis dinyatakan kecil jika ukurannya kurang dari 3 inci (7,6 cm) saat ereksi. Kondisi ini dikenal dengan istilah mikropenis.

Pandangan perempuan

Sebagian besar perempuan, seperti dituturkan di situs mayoclinic, menyatakan bahwa ukuran tidak penting. Pada faktanya, memiliki penis terlalu besar malah merugikan. Selama berhubungan seksual, ujung dari penis yang panjang bisa menyentuh rahim perempuan, sehingga menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman.

Sepanjang pasangan Anda tidak mengeluh, berarti ukuran penis Anda normal-normal saja. Memahami kebutuhan fisik, emosi, serta gairah pasangan jauh lebih efektif dalam memperbaiki hubungan seksual dibandingkan mengubah ukuran penis

h1

Tulang Sehat tanpa Alas Kaki

January 29, 2010

BELUM memiliki sepatu olahraga bukan lagi alasan untuk tidak melakukan aktivitas fisik, khususnya lari. Pasalnya, studi terbaru mengungkap bahwa lari tanpa alas kaki justru jauh lebih baik.

Lari tanpa alas kaki umum dijumpai di beberapa area di Afrika. Hampir 50 tahun lalu, peraih medali emas olimpiade Abebe Bikila memenangkan lari maraton pertamanya tanpa alas kaki. Sedang pada 1980-an, pelari dari Afrika Selatan Zola Budd masuk ke lintasan tanpa alas kaki.

Baru-baru ini, peneliti menemukan bahwa orang-orang yang lari tanpa alas kaki cenderung mendarat dengan menggunakan ball (tempat penyatuan jari-jari kaki dengan seluruh kaki) atau di bagain kaki. Dengan cara ini, pelari tidak mengguncang tulang.

Tapi, mereka yang lari dengan mengenakan sepatu cenderung mendarat di tumit. Pendaratan seperti ini akan mengirim gelombang kejut yang menyakitkan ke seluruh tubuh.

Peneliti dari Harvard University dan Glasgow University menganalisis gaya berlari dari atlet, baik yang mengenakan sepatu maupun yang lari dengan kaki telanjang.

Hasil menunjukkan, sekitar 75 persen pelari yang bersepatu mendarat di tumit. Artinya, tumit pelari menghantam tanah 1000 kali per mil. Hal ini menciptakan tekanan benturan yang besar dan tiba-tiba.

Sedang mereka yang tanpa alas kaki cenderung mendarat dengan langkah elastis ke arah depan kaki. Mereka lebih condong ke arah jari kaki dan mendarat dengan langkah yang lebih ringan.

Temuan ini, terang peneliti, membantu menjelaskan mengapa banyak pelari dunia dengan daya tahan tinggi berlari sangat baik dengan kaki telanjang.

“Orang yang berlari tanpa alas kaki mendarat dengan cara yang berbeda,” tutur pemimpin studi Dr Daniel Lieberman, profesor bidang evolusi biologi manusia dari Harvard seperti dikutip situs dailymail.

Sebagian besar orang, terang Lieberman, mengira bahwa lari tanpa alas kaki berbahaya dan memicu rasa sakit. Padahal, Anda bisa berlari tanpa alas kaki di permukaan yang yang paling keras sekalipun tanpa rasa sakit.

“Yang Anda perlukan hanyalah sedikit penebalan kulit. Selanjutnya, risiko cederanya akan lebih kecil dibandingkan lari bersepatu,” terang Lieberman

h1

Penggila Belanja Bakar 48.000 Kalori

January 23, 2010

SERING belanja hingga lesu? Kebiasaan ini tidak selamanya buruk. Studi terbaru bahkan menguak manfaat positif yang bisa didapatkan para penggila belanja. Rata-rata perempuan yang cinta belanja, menurut peneliti, membakar 48.000 kalori setahun.

Rata-rata perempuan membakar sekitar 385 kalori saat berkeliling toko per minggunya. Jumlah kalori ini setara dengan sepotong kue wortel atau dua gelas besar anggur.

Studi ini juga mengungkap bahwa mereka juga berjalan sekitar 154 mil setahun, untuk menawar barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Jarak ini setara dengan jarak dari London ke Nottingham.

Menurut peneliti, tidak mengherankan jika para partisipan mengaku merasa lebih capek setelah belanja dibandingkan setelah olahraga di gym.

Studi juga menunjukkan, rata-rata perempuan menempuh 2,96 mil saat berbelanja dan menghabiskan sekitar 2,5 jam berkeliling di toko-toko setiap minggunya.  Sedang laki-laki hanya menghabiskan rata-rata 50 menit dan menempuh 1,5 mil per minggu.

Perempuan rata-rata melangkah sebanyak 7.305 setiap kali berbelanja. Jumlah ini setara dengan 75 persen rekomendasi harian dari NHS. Selain itu, barang belanjaan yang dibawa setiap melangkah setara dengan latihan kekuatan di gym.

Peneliti memperhitungkan, sekitar tiga jam berbelanja bisa membakar 495 kalori dari burger besar. Dua jam belanja bisa membakar  283 kalori dari kopi susu reguler.

Meskipun sembilan dari sepuluh perempuan yang disurvei mengaku mengenakan sepatu olaharga saat berbelanja, dua per tiga mengaku tidak menganggap berbelanja sebagai bentuk olahraga yang resmi.

Satu per tiga dari partisipan mengaku melakukan perjalanan berbelanja ‘serius’ sekali seminggu, sementara delapan dari sepuluh perempuan mengaku berbelanja lebih lama dengan jarak yang lebih jauh saat mereka berbelanja dengan teman. Mereka juga berhenti untuk makan siang atau minum kopi di sela-sela waktu berbelaja.

Akan tetapi, perempuan yang masuk dalam kategori ‘serius’ tidak berhenti. Empat puluh lima persen partisipan mengaku tidak beristirahat dan berbelanja hingga mereka lemas.

Dalam sebuah survei terpisah, para pakar memperhitungkan bahwa perempuan membakar sekitar lima kalori per menit saat berkeliling dan mencari barang yang diinginkan, hampir 48.000 kalori per tahun.

Sekitar dua per tiga dari 300 partispan yang disurvei mengaku tidak berjalan santai. Mereka cenderung berjalan cepat untuk mengerjakan segala sesuatu secepat mungkin

h1

Anjuran Aman Konsumsi Aspirin

January 5, 2010

ASPIRIN mudah diperoleh di pasaran dan banyak orang yang membeli tanpa resep untuk mencegah serangan jantung. Akan tetapi, cara ini sama sekai tidak bijaksana. Sebelum mulai menggunakan, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk  mengevaluasi risiko serangan jantung dan stroke Anda.

Mengonsumsi aspirin secara rutin setiap hari menguntungkan bagi mereka yang pernah  mengalami serangan jantung atau stroke akibat penyumbatan arteri. Tapi, mengapa semua orang tidak dianjurkan menggunakan aspirin harian?

Masalahnya, terang pakar kesehatan yahoo Simeon Margolis, M.D., Ph.D., aspirin dosis kecil saja bisa menggandakan risiko perdarahan gastrointestinal. Selain itu, aspirin juga meningkatkan risiko stroke hemorrhagic akibat perdarahan di otak. Jadi, keputusan mengenai perlunya seseorang tanpa gejala penyakit jantung menggunakan aspirin secara teratur bergantung pada keseimbangan risiko perdarahan dan kemungkinan manfaatnya terhadap kesehatan kardiovaskular.

Risiko

Dalam Annals of Internal Medicine isu Maret 2009, the U.S. Preventive Services Task Force mempublikasikan rekomendasi penggunaan apirin berdasarkan review hasil-hasil percobaan. Percobaan-percobaan ini menunjukkan bahwa aspirin mengurangi risiko serangan jantung pada laki-laki yang tidak memiliki gejala penyakit jantung koroner (coronary heart disease/CHD) hingga setengahnya. Akan tetapi, aspirin tidak mempunyai efek terhadap risiko serangan jantung pada perempuan sehat.

Bagi Anda (laki-laki dan perempuan) sehat, belum terdeteksi gejala penyakit jantung apa pun, berikut anjuran Task Force mengenai penggunaan aspirin yang bisa menjadi panduan Anda:

Laki-laki berusia kurang dari 45 sebaiknya tidak menggunakan aspirin secara teratur untuk mencegah serangan jantung atau stroke

Perempuan berusia lebih muda dari 55 sebaiknya tidak menggunakan aspirin untuk mencegah serangan jantung atau stroke

Laki-laki yang berusia antara 45 dan 79 sebaiknya mempertimbangkan penggunaan aspirin jika kemungkinan menurunkan risiko serangan jantung lebih besar dibandingkan risiko perdarahan

Perempuan berusia antara 55 dan 79 sebaiknya tidak menggunakan aspirin untuk mengurangi risiko serangan jantung, tapi mungkin mempertimbangkan penggunaan aspirin untuk menurunkan risiko stroke jika manfaatnya melebihi bahaya perdarahan yang mungkin terjadi.

Untuk laki-laki dan perempuan yang berusia lebih dari 80, tidak tersedia bukti cukup untuk melarang penggunaan aspirin.

Yang perlu diingat, aspirin menurunkan jumlah serangan jantung dan stroke tapi tidak mengurangi jumlah kematian akibat gangguan kardiovaskular atau penyebab lain.