Archive for the ‘Tips Kesehatan’ Category

h1

Pepaya Dasyat Lawan Kanker

March 16, 2010

PEPAYA tidak hanya membantu proses pencernaan tetapi juga melwan kanker. Percobaan laboratorim menemukan, ekstrak pepaya kering bisa memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Peneliti dari University of Florida Dr. Nam Dang dan teman-temannya melaporkan bahwa ekstrak pepaya memengaruhi pengaturan sistem kekebalan tubuh dan tidak menyebabkan efek samping berbahaya terhadap sel-sel normal.

“Berdasarkan percobaan klinis, tidak seorang pun pengguna esktrak pepaya mengalami keracunan. Sepanjang efektif, Anda bisa menggunakannya untuk jangka waktu lama,” tutur Dang, seperti dikutip situs healthday.com, edisi Jumat, (12/3).

Dalam studi yang dilaporkan di Journal of Ethnopharmacology edisi terbaru ini, peneliti melaporkan bahwa ekstrak daun pepaya memperlambat pertumbuhan 10 tipe kultur sel kanker, termasuk kanker leher rahim, payudara, paru-paru dan pankreas.

Berikut beberapa manfaat lain dari pepaya:

  • Pepaya mengandung enzim papain yang membantu proses pencernaan.
  • Buah pepaya masak mudah dicerna dan mencegah konstipasi.
  • Studi sebelumnya menemukan bahwa diet murni pepaya selama tiga hari mempunyai efek tonik terhadap lambung dan usus.
  • Jus pepaya membantu meredakan infeksi kolon.
  • Pepaya masak dinyatakan bisa mencegah kanker di organ-oragan.
  • Jus pepaya mencegah mual (termasuk morning sickness dan motion sickness).
  • Potongan buah pepaya hijau yang digosokkan ke atas daging atau direbus dengan daging keras bisa membantu melembutkan daging
h1

Seks Aman Selama Kehamilan

February 25, 2010

PARA pakar menyatakan bahwa seks selama kehamilan aman namun para calon ibu enggan melakukannya. Apakah yang sebenarnya dialami perempuan hamil? Berikut hasil studi peneliti Joana Rocha Pauleta, MD, dari Santa Maria University Hospital di Lisbon, Portugis.

Dalam studi yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine ini, peneliti meminta 188 perempuan yang baru melahirkan mengisi kuesioner. Peneliti tidak melibatkan perempuan yang berisiko melakukan seks selama kehamilan, seperti perempuan dengan placenta previa, janin kembar, gangguan serviks, atau mereka yang berisiko melahirkan bayi prematur.

Hasil menunjukkan:

Hampir 25 persen perempuan merasa takut bahwa hubungan seks melalui vagina akan membahayakan bayi mereka. Akan tetapi, hanya tiga dari partisipan tersebut yang menunda melakukan hubungan intim hingga bayi mereka lahir. Dua dari tiga perempuan ini melakukan berbagai bentuk aktivitas seksual lainnya.

Waktu

Delapan puluh persen melaporkan melakukan beberapa bentuk aktivitas seksual selama trimester ketiga. Dan 39 persen melaporkan melakukan hubungan seks pada minggu melahirkan.

Frekuensi

Frekuensi aktivitas seksual pada sebagian besar perempuan tidak berkurang hingga trimester ketiga. Akan tetapi, sekitar 10 persen menyatakan lebih sering melakukan hubungan seks sepanjang trimester ketiga dibandingkan trimester pertama atau kedua.

Jenis hubungan seks

Hampir semua perempuan yang aktif secara seksual selama kehamilan melaporkan melakukan hubungan seks melalui vagina; 38 persen melaporkan melakukan seks oral, 20 persen melaporkan melakukan masturbasi, dan 7 persen melaporkan melakukan seks
anal.

Gairah

Sekitar 39 persen perempuan mengaku gairah seks mereka tetap sama seperti saat belum hamil. Sekitar 33 persen perempuan menyatakan mengalami penurunan gairah selama kehamilan.

Kepuasan

Sekitar 50 persen perempuan menyatakan bahwa seks selama kehamilan sama memuaskannya dengan seks sebelumnya. Sekitar 28 persen menyatakan seks selama kehamilan kurang memuaskan.

Penampilan

Sekitar 41,5 persen perempuan menyatakan merasa kurang menarik atau kurang sensual selama kehamilan. Akan tetapi, 75 persen menyatakan bahwa pasangan mereka tetap menganggap mereka menarik.

Gangguan

Sekitar 75 persen perempuan melaporkan tidak mengalami gangguan seksual, tapi sisanya manyatakan mengalami masalah. Masalah tersebut termasuk penurunan gairah, merasa sakit saat melakukan hubungan intim, tidak bisa mencapai orgasme, dan kesulitan
lubrikasi. Meskipun begitu, hanya 11 persen perempuan yang menyatakan merasa perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai seks selama kehamilan.

Apakah latar budaya mempengaruhi pengalaman seksual? Menurut Pauleta, budaya turut berperan. Studi sebelumnya, terang Pauleta, telah menemukan bahwa banyak perempuan Pakistan dan Nigeria meyakini bahwa seks selama kehamilan akan melebarkan vagina sehingga proses melahirkan lebih mudah.

Di sisi lain, studi tersebut juga menemukan bahwa perempuan Iran meyakini bahwa seks selama kehamilan akan membuat bayi jadi buta atau menghancurkan selaput dara janin perempuan.

Irwin Goldstein, MD, direktur sexual medicine di San Diego’s Alvarado Hospital, menekankan pentingnya meneruskan kedekatan seksual selama kehamilan.

“Melakukan seks melalui vagina tidak akan mengganggu kehamilan,” terang Goldstein, seperti dikutip situs webmd.com.”Akan tetapi, banyak pasangan yang enggan saat memasuki trimester ketiga. Mereka takut menyakiti janin.” Hal ini, terang Goldstein, merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan secara terbuka

h1

Durian Efektif Remajakan Kulit

February 17, 2010

TUMBUHAN dari alam bisa meremajakan kulit. Banyak produk kecantikan menggunakan ekstrak tumbuhan untuk menguatkan efek antipenuaan. Para dokter pun sepakat.

“Tumbuhan merupakan sumber terbaik untuk menemukan komponen baru yang mencegah dan memperbaiki penuaan kulit,” terang Zoe Draelos, MD, seorang dermatolog di High Point, seperti dikutip situs prevention.com.

Tanaman apa saja? Berikut empat  tumbuhan yang terbukti mengencangkan dan melembutkan kulit berdasarkan studi ilmiah.

Durian

Durian tidak hanya enak dikonsumsi. Buah beraroma khas ini juga efektif meremajakan kulit. Daging buahnya, terang dermatolog dari Amerika Howard Murad, MD, mengandung minyak yang bersifat melembabkan kulit, antioksidan, dan gula alami yang berfungsi menguatkan sel-sel membran dan mencegah hilangnya cairan.

Durian terkandung dalam produk: Murad Intensive Wrinkle Reducer for Eyes ($90; murad.com).

Bearberry

Daun semak berbunga yang banyak tumbuh di Amerika Serikat ini mengandung arbutin, turunan dari pemutih kulit hydroquinone (HQ), yang berfungsi mengurangi pembentukan melanin. Sayangnya, HQ bisa mengiritasi kulit. Di sisi lain, terang dermatolog Sonia  Badreshia-Bansal, MD, dari San Fransisco, bearberry lebih ringan tapi efektif saat dikombinasikan dengan komponen pencerah kulit dari tumbuhan lainnya.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Investigative Dermatology menemukan, perempuan dengan melasma (pigmentasi kulit berlebih) berhasil menghilangkan  noda hitam di kulit hingga hampir 70 persen setelah menggunakan larutan (yang juga mengandung ekstrak bearberry) sekali sehari selama tiga bulan. Selain itu, cara ini juga tidak menimbulkan efek samping. Sedang mereka yang menggunakan HQ mengalami  perbaikan sebanyak 77 persen. Tapi, 25 persen dari pengguna melaporkan mengalami reaksi, seperti kulit gatal.

Anda bisa mendapatkan ekstrak tumbuhan ini dari produk seperti: Exuviance Essential Skin Brightening Gel ($21.50; exuviance.com), Derma-doctor Immaculate Correction ($62; derma doctor.com), June Jacobs Redness Diffusing Serum ($56;  junejacobs.com), dan Juice Beauty Soothing Serum ($36; juicebeauty.com).

Acai

Jenis berry kecil ini kaya antipenuaan. Acai mengandung banyak komponen pelembut seperti asam lemak esensial dan fitosterol. Kedua kandungan ini membantu menahan cairan dan menguatkan permukaan kulit. Dengan begitu, terang dermatolog dari New York City Howard Sobel, MD, kulit akan lebih kuat dalam melawan iritasi dari luar.

Selain itu, acai juga kuat melawan radikal bebas. Daging buahnya mengandung anthocyanin, pigmen antioksidan pemberi warna merah dan ungu cerah pada buah ini.”Acai mengurangi kerusakan akibat sinar UV yang biasanya menyebabkan kerutan, bintik cokelat dan pengenduran kulit,” terang Sobel.

Anda bisa menemukan ekstrak buah ini di dalam produk seperti: Pangea Organics Japanese Matcha Tea with Acai & Gogi Berry Facial Mask ($35; pangeaorganics.com), Ikove Organic Acai Chocolate Facial Exfoliate ($20; Whole Foods), DDF Mesojection  Healthy Cell Serum ($80; beauty.com), dan Tarte Double Dose Berry Boost & Gloss in Acai Boost ($21; sephora.com).

Teh merah

Teh yang diseduh dari daun semak asal Afrika Selatan ini kaya antiperadangan seperti quercetin. Komponen ini membantu meredakan gatal pada kulit.”Teh merah ideal untuk mengurangi iritasi terkait gangguan kulit seperti eksem,” terang Petko Detchev, PhD, pakar kimia senior dari Jason Natural Products.

Di samping itu, teh merah juga mencegah kerusakan akibat sinar UV, penyebab garis-garis halus dan bintik-bintik cokelat. Teh ini juga kaya akan antioksidan, termasuk aspalathin yang hanya terkandung di dalam teh merah. Menurut sebuah studi, terang Detchev, antioksidan ini berfungsi mengurangi kerusakan akibat radikal bebas hingga 90 persen. Teh merah juga mengurangi risiko kanker kulit paling tidak 60 persen.

Teh merah ini terkandung dalam produk seperti: Jason Red Elements Red Clay Masque ($13.60; jason-natural.com), Care by Stella McCartney Radiance & Youth Elixir ($64; nordstrom.com), dan Dermalogica Daily Resurfacer ($65; ulta.com)

h1

Rahasia Perempuan Hidup Lebih Lama

January 28, 2010

ANDA mungkin sudah sering mendengar bahwa perempuan hidup lebih lama dibandingkan pria. Menurut Tom Perls, pendiri New England Centenarian Study di Boston University, perempuan hidup lima hingga sepuluh tahun lebih lama dibandingkan pria. Sekitar 85 persen dari lansia berumur 100 adalah perempuan. Apa penyebabnya? Berikut uraian dari Tom Perls untuk Anda.

Penundaan gangguan jantung. Menurut Perls, perempuan umumnya menderita penyakit jantung, seperti serangan jantung dan stroke pada usia 70-an atau 80-an. Usia ini sekitar 10 tahun lebih lama dibandingkan laki-laki yang umum menderita penyakit ini di usia 50-an dan 60-an.

Para dokter sebelumnya meyakini bahwa hal ini disebabkan oleh perbedaan hormon estrogen. Akan tetapi, studi-studi telah membuktikan bahwa hal ini tidak benar. Memberikan estrogen pada perempuan postmenopause justru bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Sekarang ini, penundaan penyakit jantung ini dikaitkan dengan kekurangan besi pada perempuan, khususnya perempuan muda yang banyak kehilangan besi akibat menstruasi. Besi berperan besar dalam reaksi-reaksi di dalam sel yang memproduksi radikal bebas, yang bersifat merusak.Radikal bebas ini akan menempel ke membran-membran sel dan DNA serta mempercepat penuaan sel. Kabar baik bagi vegetarian yang ‘puasa’ daging merah sebagai sumber utama besi.

Kromosom. Alasan kedua, terang Perls, adalah  kenyataan bahwa perempuan mempunyai dua kromosom X, sedang pria hanya satu. Beberapa penyakit, terang Perls, berada pada kromosom X. Dari sisi ini, perempuan lebih beruntung karena mempunyai kromosom X pengganti jika salah satu kromosm X mengalami kerusakan.”Tapi hal ini masih menjadi teka-teki,” terang Perls, seperti dikutip situs time.com.

Perubahan hormon. Selain kedua alasan di atas, masih ada beberapa alasan lain yang membuat pria meninggal lebih awal. Di akhir usia remaja dan akhir usia 20-an, pria menjalani proses yang dikenal dengan ‘testosterone storm’. Kadar hormon bisa sangat tinggi dan berubah-ubah.

Perubahan kadar hormon ini bisa memicu perilaku berbahaya pada pria, seperti tidak mengenakan sabuk pengaman, minum alkohol terlalu banyak, agresif dalam menggunakan senjata dan sejenisnya. Perilaku ini memicu meningkatnya angka kematian.

Penyebab lain. Penyebab kematian awal lainnya, lanjut Perls, adalah depresi, khususnya pada pria berusia lanjut. Jika mereka berusaha bunuh diri, kemungkinan mereka untuk sukses lebih besar dibandingkan perempuan.

Bisa diubah

Secara umum, perbedaan angka harapan hidup pria dan perempuan disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti perilaku dan paparan dari luar. Kemungkinan pengaruh faktor genetik hanya 30 persen. Karena itu, Anda bisa berupaya untuk memperpanjang angka harapan hidup dengan mengubah perilaku dan kebiasaan buruk.

Pada umumnya, ada tiga perilaku yang cenderung lebih buruk pada pria dibandingkan perempuan. Pria merokok lebih banyak merokok, mengonsumsi makanan yang tinggi kolesterol dan cenderung tidak mengatasi stres sebaik perempuan. Dengan memperbaiki ketiga fator ini, pria juga bisa memperpanjang angka harapan hidup

h1

Enam Manfaat Jamur untuk Kesehatan

January 18, 2010

JAMUR telah digunakan selama ribuan tahun, baik sebagai makanan maupun obat herbal. Studi-studi menunjukkan bahwa jamur bisa meningkatkan produksi dan aktivitas sel-sel darah putih. Dan hal ini, menurut direktur Institute of Herbal Medicine Douglas  Schar, sangat baik untuk melawan infeksi. Berikut beberapa manfaat lain dari jamur:

Turunkan berat badan. Jamur mengandung sekitar 80-90 persen air dengan kandungan kalori rendah. Selain itu, jamur juga mengandung sangat sedikit sodium dan lemak, dan 8-10 persen dari komponen kering jamur adalah serat. Karena itu, makanan satu  ini sangat ideal bagi Anda yang sedang mengikuti program pengontrolan berat badan atau diet untuk mengontrol hipertensi.

Sumber kalium. Jamur kaya kalium, mineral yang membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko stroke. Satu jamur portabella ukuran sedang dinyatakan mengandung lebih banyak kalium dibandingkan sebuah pisang atau segelas jus jeruk. Satu takar jamur juga menyediakan 20-40 persen ajuran tembaga harian Anda. Tembaga merupakan mineral yang mengandung komponen pelindung jantung.

Lawan radikal bebas. Jamur kaya akan riboflamin, niacin, dan selenium. Selenium merupakan antioksidan yang bekerja dengan vitamin E untuk melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kurangi risiko kanker prostat. Selain melawan radikal bebas, kandungan selenium dalam jamur juga membantu mencegah kanker prostat. Baltimore study yang mempelajari penuaan menemukan, mereka yang mengonsumsi selenium dengan dosis dua kali lipat dari anjuran harian berisiko 65 persen lebih rendah mengalami kanker prostat. Laki-laki dengan kadar selenium terendah berisiko empat hingga lima kali lebih besar mengalami kanker prostat dibandingkan mereka yang memiliki kadar selenium  tertinggi dalam darah.

Cegah kanker payudara. Jamur kancing mengandung komponen yang berfungsi menghambat aktivitas aromatase (enzim yang terlibat dalam produksi estrogen) dan 5-alpha-reductase (enzim yang berfungsi mengubah testosteron menjadi DHT). Temuan terbaru menunjukkan bahwa jamur kancing bisa mengurangi risiko kanker payudara dan kanker prostat. Ekstrak jamur kancing mengurangi perbanyakan sel dan memperkecil ukuran tumor. Efek kemoterapi ini bisa dilihat dengan asupan sekitar 100 gram  jamur per hari.

Atasi flu. Di China dan Jepang, jamur shiitake telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi demam dan flu. Lentinan, yang diisolasi dari batang jamur shiitake, dinyatakan menstimulasi sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi, dan menunjukkan aktivitas antitumor

h1

Faktor-faktor Penghalang Penurunan Berat Badan

January 7, 2010

London, Makan sudah dikurangi dan melakukan olahraga lebih banyak tapi masih juga sulit menurunkan berat badan. Apa saja yang menyebabkan obesitas susah sekali diperangi? Mungkinkah ada virus obesitas?

Tak sedikit penderita obesitas yang sudah menerapkan rumus kalori masuk sama dengan kalori keluar, olahraga teratur, diet seimbang yang biasanya dilakukan orang untuk menjaga berat badan ideal. Tapi hasilnya tidak ada.

Pakar kesehatan menduga ada faktor-faktor tambahan yang membuat kenaikan berat badan. Efek kurang tidur menjadi pemicu risiko kegemukan dan obesitas.

Peningkatan jumlah penderita obesitas yang pesat selama tiga dekade terakhir ini diduga terkait dengan sedikitnya jumlah jam tidur yang berkurang 2 jam dari yang disarankan (7-8 jam sehari).

“Kurang tidur akan memicu hormon ghrelin, yaitu hormon perangsang nafsu makan dan mengurangi hormon leptin, yaitu hormon pemicu rasa kenyang. Intinya, tidur singkat akan menambah rasa lapar dan nafsu makan untuk menyantap makanan,” kata Dr James Gangwisch dari Columbia University seperti dikutip dari Independent, Rabu (6/1/2010).

Carole Caplin, direktur LifeSmart health and Wellbeing Centre di London, mengatakan orang-orang yang kurang tidur cenderung menumpuk lemak. Makan malam dan minum alkohol yang kerap dilakukan orang begadang untuk menghilangkan pikiran karena stres menjadi penyebab obesitas.

Selain kurang tidur, ada beberapa hal lainnya yang bisa menjadi faktor kegemukan.

1. Efek samping obat-obatan
Obat-obatan seperti steroid, anti depresi, anti psychotics dan anti epileptic bisa menstimulasi nafsu makan. Selain itu obat tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan pil kontrasepsi pun bisa menyebabkan berat badan bertambah. Satu-satunya cara untuk menghindari efek samping tersebut adalah dengan berkata jujur pada dokter. Jika memungkinkan dokter akan memberi obat lain yang tidak menimbulkan efek samping gemuk.

2. Efek tua
Seiring bertambahnya usia, kebanyakan pria maupun wanita akan mengalami pertambahan berat badan. Tak heran karena biasanya semakin tua seseorang semakin jarang pula berolahraga. Hal ini akan mempengaruhi metabolisme tubuh dan hormon terutama pada wanita.

3. Efek virus
Rasanya agak aneh mungkin jika dikatakan ada virus yang menyebabkan obesitas. Namun Dr Dhurandher dari Wayne State University in Detroit, Michigan menyebutkan fakta yang berhubungan dengan hal tersebut. Menurutnya obesitas seperti sebuah virus yang cepat menyebar layaknya kebakaran hutan.

Sebuah epidemik meninggalnya ayam pada tahun 1980 di Bombay menunjukkan bahwa ayam yang terinfeksi adenovirus (virus penyebab flu biasa pada manusia) lebih banyak menimpa ayam-ayam yang gemuk daripada ayam kurus. Studi lainnya juga menunjukkan bahwa satu dari lima orang obesitas menunjukkan infeksi adenovirus.

4. Efek kurang bergerak
Tubuh kita sebenarnya ingin bergerak tapi lingkungan yang membatasi dan menekan keinginan tersebut. Menurut Professor Levine, pengarang buku ‘Move A Little, Lose A Lot’, rata-rata orang hanya berjalan kaki 5.000 hingga 6.000 langkah tiap harinya, padahal seharusnya sekitar di atas 10.0000 langkah.

5. Efek berhenti merokok
Perokok berat membakar sekitar 200 kalori tiap harinya. Rokok juga merupakan penekan nafsu makan karena bisa menghambat produksi hormon insulin di pankreas. Tapi yang mengejutkan adalah, berhenti merokok merupakan penyebab bertambahnya berat badan.

Rata-rata mantan perokok akan mengalami pertambahan berat badan setelah beberapa bulan berhenti merokok. Hal itu disebabkan makanan dijadikan sebagai pengganti rokok untuk menciptakan rasa nyaman. Meski demikian, yang harus diingat adalah berat badan bisa diatasi tapi paru-paru yang sudah rusak akan susah diperbaiki.

6. Efek gen dalam tubuh
Terdapat setidaknya 50 gen yang berhubungan dengan obesitas pada manusia, yang paling terkenal adalah gen FTO. Gen tersebut akan diturunkan dan akan menimbulkan rangsangan nafsu makan di otak. Tapi menurut Dr Sarah Leibowitz dari Rockefeller University, faktor genetik sebenarnya bisa dimanipulasi dan dikalahkan oleh faktor lingkungan.

7. Efek suhu ruangan
Peneliti dari American National Center for Healthy Housing sudah membuktikan pada tikus percobaan bahwa lingkungan yang hangat akan memicu kegemukan. Ketika tubuh kepanasan dan berkeringat, yang paling banyak dikeluarkan tubuh adalah cairan bukan kalori. Tapi ketika berada di lingkungan dingin, tubuh akan bergerak lebih banyak untuk mendapatkan panas dan kehangatan tubuh.

Intinya untuk mencegah obesitas dan mendapat tubuh ideal banyak hal yang harus diperhatikan. Niat ingin sehat dan punya badan ideal akan sia-sia jika hanya mengandalkan satu macam usaha. Untuk sehat, seseorang harus rela mengusahakan semua hal, mulai dari olahraga, makan yang benar hingga tidur cukup. Total konsep adalah rahasia sederhana untuk mendapat badan ideal dan hidup sehat.

“Tidak bisa kita hanya mengandalkan satu macam faktor saja misalkan olahraga terus-terusan atau konsumsi makanan sehat tapi kurang tidur misalnya. Untuk mendapatkan hasil yang bagus dibutuhkan total concept atau konsep keseluruhan,” kata dr Phaidon L Toruan, MM yang juga pengarang buku Fat Loss Not Weight Loss saat dihubungi detikhealth, Rabu (6/1/2020).

Menurutnya, tiap orang memang punya jam biologis dan faktor biologis yang berbeda-beda, tapi dengan pengaturan yang baik tidak ada yang mustahil termasuk menjaga berat badan.

“Ibaratnya sebuah mobil, meskipun sudah pakai Pertamax tapi kalau memang mobilnya tidak dirawat dengan baik maka sia-sia saja,” kata dr Phaidon

h1

Cegah Kanker Payudara dengan Lada Hitam dan Kunyit

December 30, 2009

BUMBU dapur tidak hanya berfungsi memperkaya rasa makanan tetapi juga bisa membantu mencegah perkembangan kanker. Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari University of Michigan Comprehensive Cancer Center menemukan bahwa komponen yang terkandung di dalam lada hitam dan kunyit bisa menghambat pertumbuhan sel-sel yang memicu kanker payudara.

Dalam percobaan laboratorium, para peneliti mengoleskan piperine (terdapat pada lada hitam) dan curcumin (komponen utama dalam kunyit) ke sel-sel kanker payudara. Saat digunakan secara bersamaan, kedua bumbu ini terbukti mengurangi jumlah stem cell tetapi tidak membahayakan sel-sel payudara yang normal.

“Jika kita bisa membatasi jumlah stem cell, kita bisa membatasi jumlah sel-sel yang berpotensi membentuk tumor,” tutur peneliti Madhuri Kakarala, MD, PhD, RD, seperti dikutip situs webmd.

Stem cell berpotensi tumbuh di berbagai tipe sel. Stem cell kanker diyakini memicu pertumbuhan tumor. Beberapa peneliti meyakini bahwa mengontrol atau menyembuhkan kanker melibatkan penanganan stem cell tersebut.

Dalam studi ini, terang peneliti, piperine menguatkan efek curcumin.Curcumin dan piperine merupakan polifenol yang berasal dari makanan. Polifenol diyakini mengandung antiperadangan dan komponen pelindung lainnya. Saat bekerja bersama-sama, kedua bumbu ini mencegah stem cell pemicu kanker beregenerasi dan memproduksi sel-sel kanker baru. Dan kedua komponen ini, lanjut peneliti, tidak mempengaruhi proses pertumbuhan sel-sel normal.

“Hal ini menunjukkan bahwa komponen ini tidak bersifat meracuni jaringan payudara yang normal,” tambah Karakal.”Konsep bahwa kandungan dari diet bisa membantu tentunya sangat menarik, dan curcumin serta piperine terlihat mempunyai kandungan racun yang sangat sedikit.”